Merawat Harmoni: Prinsip Deliberatif Jurgen Habermas sebagai Pilar Penghormatan Keberagaman di Indonesia
Abstract
Diversity in Indonesia is both an identity and a challenge in building social harmony. Deliberative democracy, as proposed by Jurgen Habermas, offers a dialogue mechanism based on rationality and inclusivity to reduce identity-based polarization. This study analyzes how deliberative democracy can be integrated with local wisdom, such as consensus and cooperation, to strengthen religious tolerance and social harmony. Using the literature study methods and critical discourse analysis, this study found that deliberative democracy is relevant in a political context and in building collective awareness of religious and cultural plurality. This approach allows society to participate in a more inclusive and equal public discourse, reducing the potential for SARA-based conflict. From a Christian perspective, the values of love and brotherhood are the moral foundations for people to play an active role in maintaining harmony. The conclusion of this study confirms that integrating deliberative democracy and Christian theological values can be an effective strategy for facing the challenges of tolerance and harmony in Indonesia's multicultural society.
Abstrak
Keberagaman di Indonesia merupakan identitas sekaligus tantangan dalam membangun harmoni sosial. Demokrasi deliberatif, sebagaimana dikemukakan oleh Jurgen Habermas, menawarkan mekanisme dialog berbasis rasionalitas dan inklusivitas untuk mereduksi polarisasi berbasis identitas. Kajian ini menganalisis bagaimana demokrasi deliberatif dapat diintegrasikan dengan kearifan lokal, seperti musyawarah mufakat dan gotong royong, guna memperkuat toleransi beragama dan harmoni sosial. Dengan metode studi pustaka dan analisis wacana kritis, penelitian ini menemukan bahwa demokrasi deliberatif tidak hanya relevan dalam konteks politik, tetapi juga dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pluralitas agama dan budaya. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam diskursus publik yang lebih inklusif dan setara, sehingga mengurangi potensi konflik berbasis SARA. Dalam perspektif Kristen, nilai kasih dan persaudaraan menjadi landasan moral bagi umat untuk berperan aktif dalam menjaga kerukunan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi demokrasi deliberatif dan nilai-nilai teologis Kristen dapat menjadi strategi efektif dalam menghadapi tantangan toleransi dan harmoni di tengah masyarakat multikultural Indonesia.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abustan. “Pluralism and Equality in the Perspective of Human Rights in Indonesia.” Indonesia Law Reform Journal 3, no. 1 (2023): 1–14. https://doi.org/10.22219/ilrej.v3i1.24205.
Amirullah, Amirullah, Eko Siswanto, Syaiful Muhyidin, and Athoillah Islamy. “Pancasila Dan Kerukunan Hidup Umat Beragama: Manifestasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Peran Forum Kerukunan Umat Bergama Kota Jayapura.” Inovatif Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Kebudayaan, 2022. https://doi.org/10.55148/inovatif.v8i1.272.
Asy’ari Muthhar, Moh. “Membaca Demokrasi Deliberatif Jurgen Habermas Dalam Dinamika Politik Indonesia.” USHULUNA, Jurnal Ilmu Ushuluddin, 2016, 49–72.
Chandradinata, Rendy Adiputra, Hary Kusumo Nugroho, and Naftali Untung. “Membangun Gereja Yang Berkelanjutan: Integrasi Filiarki Dan Teologi Pentakostal Dalam Kepemimpinan Gereja.” Matheo: Jurnal Teologi/Kependetaan 11, no. 2 (2021): 260–73. https://doi.org/https://doi.org/10.47562/matheo.v11i2.412.
Danurahman, Jeni, Danang Prasetyo, and Hendra Hermawan. “Kajian Pendidikan Multikultural Di Era Digital.” Jurnal Kalacakra Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 2021. https://doi.org/10.31002/kalacakra.v2i1.3515.
Habermas, Jürgen. Between Facts and Norms: Contribution to a Discourse Theory of Law and Democrac. Cambridge: MIT Press, 1984.
———. The Structural Transformation of the Public Sphere: An Inquiry into a Category of Bourgeois Society. Cambridge Massachusetts: The MIT Press, 1997.
Hardiman, Budi F. “Demokrasi Delibelatif: Model Untuk Indonesia Pasca-Soeharto?” Basis, 2004.
Hasiholan, Anggi Maringan. “Studi Komparatif Terhadap Pemahaman Teologi Reformed Dengan Pemahaman Teologi Pentakosta Tentang Natur Manusia.” Pneumata 1, no. 1 (2020): 54–71.
Hasiholan, Anggi Maringan, and Aldi Abdillah. “The Concept of Love in Islam, Christianity, and Judaism for the Postmodern Indonesian Religious Communities.” Dialog 45, no. 2 (2022): 195–206. https://doi.org/10.47655/dialog.v45i2.652.
Hasiholan, Anggi Maringan, and Joshua Alvis Stevenson. “Teologi Agama-Agama Dalam Lensa Hospitalitas Pentakostal.” Sanctum Domine: Jurnal Teologi 13, no. 1 (2023): 197–216. https://doi.org/10.46495/sdjt.v13i1.195.
Herianto, Hubertus, and Robertus Wijanarko. “Populisme Berwajah Politik Identitas Keagamaan Di Indonesia.” Jurnal Filsafat Indonesia 5, no. 1 (2022): 53–64.
Krisna Pakpahan, Gernaida, Ibnu Salman, and Andreas Budi Setyobekti. “Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Upaya Mencegah Radikalisme.” KURIOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 7, no. 2 (2021).
Lasut, Shirley, Johny Hardori, Sadrakh Sugiono, Yada Putra Gratia, Jannes Edward Sirait, and Channel Eldad. “Membingkai Kemajemukan Melalui Pendidikan Agama Kristen Di Indonesia.” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 4, no. 2 (2021): 4.
Lewar, Paulus Pati, and Otto Gusti Ndegong Madung. “Demokrasi Sebagai Diskursus Dan Deliberasi Menurut Jűrgen Habermas.” Jurnal Ledalero 21, no. 2 (2022): 150. https://doi.org/10.31385/jl.v21i2.315.150-161.
Mangantibe, Veydy Yanto, and Mario Chlief Taliwuna. “Toleransi Beragama Sebagai Pendekatan Misi Kristen Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 3, no. 1 (2021). https://doi.org/10.37364/jireh.v3i1.56.
Muttaqien, M. “Konsep Komunikasi Jurgen Habermas Dalam Ide Demokrasi Deliberatif Dan Tindakan Komunikatif.” Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi VOLUME VI, no. I (2023): 51–64.
Nazmudin, Nazmudin. “Kerukunan dan Toleransi Antarumat Beragama dalam Membangun Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).” Journal of Government and Civil Society, 2018. https://doi.org/10.31000/jgcs.v1i1.268.
Nuriyanto, Lilam Kadarin. “Modal Sosial dalam Membingkai Kerukunan Umat Beragama di Surakarta (Studi Kasus Di Kecamatan Serengan Dan Jebres).” Al-Qalam, 2018. https://doi.org/10.31969/alq.v24i2.477.
Pakpahan, Gernaida K R. “Membangun Solidaritas Kemanusiaan: Kritik Nabi Amos terhadap Praktik Pelanggaran Hak Asasi Manusia.” Manna Rafflesia 7, no. 2 (2021): 441–66.
Pranadji, Tri. “Keserakahan, Kemiskinan, dan Kerusakan Lingkungan.” Analisis Kebijakan Pertanian 3, no. 4 (2005): 313–25. https://doi.org/10.21082/akp.v3n4.2005.313-325.
Rachmadani, Cherni. “Strategi Komunikasi Dalam Meningkatkan Konflik Rumah Tangga Mengenai Perbedaan Tingkat Penghasilan di RT.29 Samarinda Semarang.” EJournal Ilmu Komunikasi 1, no. 1 (2013): 212–27.
Rotua, Dewi Magdalena. “Toleransi Agama dan Motif Misi Kristen.” Missio Ecclesiae 3, no. 2 (2014): 145–61. https://doi.org/10.52157/me.v3i2.41.
Sampe, Naomi, Perdi Masuang, Gantina Banne Lembang, Rinus Menok Sara, and Karel Sanda Toding. “Continuing the Paul Mission for the Gentiles in the New Era.” BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 4, no. 2 (2021): 290–302. https://doi.org/10.34307/b.v4i2.319.
Suradi, Ahmad. “Pendidikan Berbasis Multikultural dalam Pelestarian Kebudayaan Lokal Nusantara di Era Globalisasi.” Wahana Akademika Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 2018. https://doi.org/10.21580/wa.v5i1.2566.
Suryadinata, Leo. “Ethnic Groups and the Indonesian Nation-State: With Special Reference to Ethnic Chinese.” In Routledge Handbook of Contemporary Indonesia, 43–53. Routledge, 2018.
Tilaar, Henry Alexis Rudolf, dan Suratina Dhian Hapsari. Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo), 2004.
Wahid, Masykur. “Resolusi Konflik dan Islam Nusantara: Memromosikan Dialog Antarbudaya dan Rekognisi Sosial.” Refleksi 15, no. 2 (2018): 139–64. https://doi.org/10.15408/ref.v15i2.10164.
DOI: https://doi.org/10.52220/magnum.v6i1.245
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Magnum Opus telah terindeks pada :
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen
Published: STT IKAT Jakarta
Website Institusi: https://sttikat.ac.id
Address: Jalan Rempoa Permai No. 2, Pesanggrahan, RT.4/RW.11, Bintaro, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12330
e-ISSN:2716-0556 p-ISSN: 2502-2156
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Copyright © MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen. All Rights Reserved.