Memaknai Koinonia dalam Ibadah Online Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:42
Abstract
The development of digital technology has brought significant changes to various aspects of life, including how congregations worship and fellowship within faith communities. Situations like the pandemic and the increasing mobility of modern society have prompted churches to use online platforms as alternative media for worship and connection despite geographic limitations. This transformation has led to a renewed reflection on the concept of koinonia or fellowship, traditionally associated with physical interaction in worship, as exemplified in Acts 2:42. This verse emphasizes the importance of gathering together for teaching, fellowship, breaking of bread, and communal prayer as a form of profound spiritual connection. This article explores the concept of koinonia in online worship by analyzing the relevance of early church fellowship values in the digital era. The research employs a descriptive-analytical method and an exegetical approach centered on the textual study of Acts 2:42 to gain a deeper understanding of the meaning and application of koinonia in a modern context. A literature review is also conducted to identify the challenges and potential of online worship in strengthening spiritual connections and fellowship amid the limitations of physical interaction. This article offers a fresh perspective for churches on interpreting koinonia and optimizing online worship practices as a meaningful form of fellowship without compromising the essence of spiritual depth and togetherness within the Christian community.
Abstrak
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara jemaat beribadah dan bersekutu dalam komunitas iman. Situasi seperti pandemi dan meningkatnya mobilitas masyarakat modern mendorong gereja untuk memanfaatkan platform daring sebagai media alternatif bagi jemaat untuk tetap beribadah dan terhubung, tanpa terhalang batasan geografis. Transformasi ini mendorong refleksi ulang terhadap konsep koinonia atau persekutuan, yang selama ini identik dengan interaksi fisik dalam ibadah, sebagaimana dicontohkan dalam Kisah Para Rasul 2:42. Ayat tersebut menekankan pentingnya kehadiran bersama dan kebersamaan dalam pengajaran, persekutuan, pemecahan roti, dan doa bersama sebagai bentuk persekutuan yang mendalam. Artikel ini bertujuan untuk meninjau konsep koinonia dalam konteks ibadah online, dengan menganalisis relevansi nilai-nilai persekutuan gereja mula-mula pada era digital. Penelitian menggunakan metode deskriptif-analisis dan pendekatan eksegesis, yang bertumpu pada studi teks Kisah Para Rasul 2:42, untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai makna dan aplikasi koinonia dalam konteks modern. Studi literatur juga dilakukan guna mengidentifikasi tantangan serta potensi ibadah online dalam memperkuat koneksi rohani dan kebersamaan di tengah keterbatasan interaksi fisik. Artikel ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi gereja dalam memaknai koinonia dan mengoptimalkan praktik ibadah online sebagai sarana persekutuan yang bermakna, tanpa mengorbankan esensi kedalaman spiritual dan kebersamaan dalam komunitas Kristen.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adon, Mathias Jebaru, and Hyronimus Ario Dominggus. “Persekutuan (Koinonia) Sebagai Budaya Tandingan Di Tengah Merebaknya Fenomena Individualisme Menurut Perspektif Gereja Katolik.” Jurnal Abdiel 6, no. 2 (2022).
Boko, Irenius Pita Raja, Arnoldus M. Paga, Alexander Ngozo, Marianus C. D. Talus, Yosefino R. Reda, and Moris N. Bai. “Makna Simbolisme Pokok Anggur Yoh. 15:1-8 Dalam Korelasinya Dengan Koinonia Gereja.” Jurnal Bullet 2, no. 4 (2023).
Culpepper, R. Alan. The Gospel and Letters of John. Nashville: Abingdon Press, 1998.
Johnston, Philip. IVP Introduction to the Bible. Bandung: Kalam Hidup, 2011.
Manullang, Megawati. “Pelayanan Koinonia Yang Berkualitas Dan Implikasinya Di Gereja Masa Kini.” Jurnal Lumen 1, no. 1 (2022).
Nainggolan, Alon Mandimpu, and Asmat Purba. “Ibadah Online Pada Masa Pandemi Covid-19 (Sebuah Tinjauan Dari Perspektif Kristen).” Jurnal Teologi Cultivation 5, no. 2 (2021).
Novanto, Mario. “Dinamika Kehidupan Jemaat Mula-Mula Dalam Kisah Para Rasul 2:42-47 Dan Implikasinya Bagi Pertumbuhan Rohani Jemaat Masa Kini.” Seminari Alkitab Asia Tenggara, 2008.
Siahaan, Harls Evan R. “Karakteristik Pentakostalisme Menurut Kisah Para Rasul,‖ DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 2.” Jurnal Dunamis 2, no. 1 (2017).
Soesilo, Yushak. “Pentakostalisme Dan Aksi Sosial: Analisis Struktural Kisah Para Rasul 2:41-47.” Jurnal Dunamis 2, no. 2 (2018).
Sonny Eli Zaluchu. “Eksegesis Kisah Para Rasul 2:42-47 Untuk Merumuskan Ciri Kehidupan Rohani Jemaat Mula-Mula Di Yerusalem.” Epihraphe 2, no. 2 (2018).
Sugiyono. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta, 2017.
Sunarto. “Ibadah Online Dalam Perspektif Alkitab Dan Relevansinya Pada Masa Serta Pasca Pandemi Covid-19.” Jurnal Te Deum 10, no. 2 (2021).
DOI: https://doi.org/10.52220/magnum.v6i1.328
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Magnum Opus telah terindeks pada :
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen
Published: STT IKAT Jakarta
Website Institusi: https://sttikat.ac.id
Address: Jalan Rempoa Permai No. 2, Pesanggrahan, RT.4/RW.11, Bintaro, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12330
e-ISSN:2716-0556 p-ISSN: 2502-2156
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Copyright © MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen. All Rights Reserved.